Posted by : Anonim Minggu, 06 Mei 2012

Aku sudah selesai dengan membersihkan darah di ruangan tengah rumah ku, kemudian aku duduk di sofa yang ada di ruangan itu, aku memandangi medalion yang tiba tiba aku miliki dan kutemukan di kantung celana ku, benda itu bulat ke'emasan dengan ukiran yang sangat indah, aku memutar mutar meddalion itu memeriksa mili demi mili bagian dari benda emas itu, lalu aku menemukan bahwa itu bukan lah sebuah medalion biasa, ada sebuah tombol kecil yang membuat medalion itu terbuka, di dalam medalion itu terdapat sebuah jam

"Oh jadi ini adalah jam saku?" ujar ku dalam hati, aku masih memperhatikan benda yang di tangan ku itu, lalu aku menemukan suatu tombol yang lain, aku menekan nya dan hal aneh terjadi sebuah cahaya terbesit keluar dari benda itu yang juga mulai melantunkan sebuah melody merdu, cahaya itu kemudian berubah terang menjadi sesuatu yang lebih jelas "Lubang? lubang apa ini?" aku ragu, namun rasa penasaran ku rupanya tidak mau kalah, perlahan aku mendekati lubang yang memacarkan bayangan dari bagian ruang tengah ku yang lain, aku memasukan tangan ku ke lubang itu dan "Astaga tangan ku tidak tembus" aku segera menarik kembali tangan ku, aku takut tangan ku terpotong atau hancur namun ternyata tangan ku utuh, aku kembali memasukan tangan ku tapi kali ini tidak ada yang terjadi lalu cahaya itu dengan cepat menghilang dan sebelum nya membungkus ku

"Apa itu? aku fikir aku akan pindah ke suatu tempat atau apa.. ternyata memang sebuah kebetulan" Aku berjalan merapihkan perabotan yang tadi ku gunakan untuk bersih bersih, saat memunguti barang barang aku melihat medalion yang tadi ku taruh, aku merasa sebaik nya medalion itu ku simpan saja untuk beberapa saat

hari sepulang sekolah ku berjalan seperti biasa, tidak ada yang aneh tidak ada yang berbeda, aku makan dengan biasa, mengetik dan menulis cerita selain mengerjakan pekerjaan rumah

"Nanti malam aku masak apa ya? hmm ibu akan suka atau tidak ya" Gumam ku dalam hati sebari memeriksa kulkas untuk menyiapkan makan malam "Oh iya ibu baru akan dirumah beberapa minggu lagi" aku berhenti mencari sesuatu dari kulkas lalu membuka lemari persediaan makanan dan mengambil satu bungkus mie instan "Aku akan masak ini saja, setidak nya aku bisa menghemat waktu dan bahan makanan" ujar ku

"Yap, mie instan akan siap di lahap dalam beberapa menit" Tukas ku, lalu kau menyalakan televisi "Aneh, ini bukan acara yang biasa ku tonton" aku mengganti ganti channel TV ku, mencari acara yang biasa nya ku tonton di rumah, aku sangat lambat untuk menyadari bahwa tidak ada apa apa di TV, aku melemparkan Remote TV dan berlari kedapur untuk meniriskan mie yang ku masak

Aku makan dengan tenang, saat itu waktu sudah menunjukan jam malam, setelah aku kembali mengecek acara di TV aku pergi untuk tidur

"Lebih baik aku tidur saja, mungkin saluran TV nya agak terganggu lagi pula aku sedang tidak minat menulis" aku merabahkan diri ku di atas tempat tidur, menarik selimut untuk menutupi diri ku, dan sebelum tidur aku melihat kembali medalion itu sekali lagi "Sebenarnya benda apa ini?" ujar ku dan kemudian aku tertidur

**

"Gilbert... Gilbert O'Dyan... sadar lah Gilbert" seseorang berkali kali meneriakan nama ku, aku membuka mata ku untuk menemui asal suara itu

"Astaga aku dimana? ini bukan kamar ku" sesuatu yang aneh terjadi pada ku, aku tidak lagi berada di kamar ku, aku menatap keatas dan yakin bahwa itu adalah langit tapi tunggu "Lagit nya hijau?"

"Kita harus segera pergi dari sini" suara itu kembali muncul, lalu aku sadar suara itu adalah milik seorang laki-laki, ia mengambil tangan ku dan mengajak ku untuk mengikuti nya, sebelum aku sempat banyak bertanya, sebuah hujanan peluru berjatuhan di sekitar ku, tidak mereka menuju ke arah ku, "apa ini akhir hidup ku?" aku menutup mata ku karna takut

"Kau tidak apa-apa Gilbert?" suara lelaki itu membukakan mata ku sekali lagi "Ya tuhan apa kau tidak apa-apa?" lelaki itu menghalau semua peluru yang menuju kearah ku tadi dengan tangan kosong, bukan tangan kosong namun tubuh kosong.. ia melindungi ku dari tembakan itu dengan tubuh nya

"Pokok nya kita harus menyingkir dulu dari sini, semua akan baik-baik saja Alice akan menjelaskan situasi nya pada mu!" lelaki itu kembali mengucapkan hal yang aku tidak mengerti tapi kali ini aku akan menurut kepada nya setelah yang terjadi di hadapan ku beberapa detik lalu

Tanpa banyak bicara aku dan lelaki itu meyusuri lorong lorong kota, berjalan dengan hati hati mencoba agar tidak di temukan oleh sesuatu yang aku tidak tau, berjalan cukup jauh membuat aku sadar akan satu hal, tempat ini sama seperti yang aku lihat di mimpi ku, mimpi yang selalu aku alami akhir akhir ini, jadi apakah ini juga mimpi?

setalah cukup lama dan jauh dari lokasi pertama aku sadar kami sudah berada di dalam suatu gedung tua yang aku ingat sebagai departement store di kota Archibal yang aku tinggali, kami bertemu dengan oreng orang yang tidak asing untuk ku namun mereka sangat berbeda, terutama untuk pakaian, mereka seperti orang orang ajaib yang aku lihat di anime anime jepang

"Akhir nya kau kembali Gilbert" sebuah suara wanita mengejutkan ku

"Kembali? aku sedang tidak nyata kan? ini adalah mimpi mimpi ku kan?" jawab ku untuk memastikan

"Kalau ini mimpi bagaimana rasa nya ini?"

"Uhk" wanita itu memukul perut ku hingga aku terjatuh karna kesakitan "Kenapa? ini mimpi kenapa aku merasakan tendangan nya? kenapa?" otak ku mulai penuh dengan pertanyaan pertanyaan

"Ini adalah Alter world, dunia terbalik dari dunia yang kau tinggali" wanita itu biacara lagi, aku tidak bisa melihat wajah nya, aku masih kesakitan di lantai ruangan itu

"Alice, kau terlalu keras pada nya" kali ini suara lelaki yang membawa ku kesini yang ku dengan

"Ku harap dengan itu ia bisa mengingat sesuatu, bagaimana pun dia adalah Gilbert O'Dyan, masa depan Alter world" balas wanita bernama Alice itu "sebaik nya aku mengurus luka mu Safiore" sambung nya

"Ya seperti nya aku butuh bantuan mu Alice sang penyembuh" jawab lelaki yang kini ku tau bernama Safiore itu

"Tunggu, Alter world kata mu?" Aku menahan sakit di perut ku dan berusaha untuk berdiri dan melihat wanita itu "Astaga wajah itu, kau yang datang ke rumah ku tadi pagi kan? kenapa kau?" tanya ku setengah terkejut

"Haha iya benar, nama ku adalah Alice dan itu adalah bayangan ku, bagaimana? cukup menakutkan bukan? hahaha" jawab nya

"Bukan itu yang harus kau jawab, harus nya kau ini sudah mati. dengan keadaan seperti itu mana mungkin kau masih hidup, dan Alter world apa ini berbeda dengan dunia ku? dimana ini sebenar nya" aku bertanya dan bertanya

"Tenang, aku akan menjelaskan nya, jelas sekali kau tidak mengingat apa pun dari dunia ini, karna Alter Gil sudah lama tewas"

"Alter gi..." ucapan ku terpotong, gadis itu tidak membiarkan ku untuk menyela

"Dunia ini adalah dunia yang sama dengan dunia mu, namun anggap saja semua disini sangatlah terbaik dengan dunia yang kau tinggali.. dan kenapa kau sekarang ada di sini? kami para manusia Alter sedang dalam masalah seseorang telah menciptakan sebuah senjata kiamat yang dapat menghancurkan dunia ini, dan jika dunia ini hancur maka hal yang sama akan terjadi pada dunia mu.. Alter Gil mencoba menhentikan upaya orang jahat itu namun ia tewas dengan hanya sedikit merusak mesin itu, kemudian sebelum ia lenyap ia hendak memberikan kekuatan nya pada salah satu dari kami, namun seuatu yang aneh tejadi kekuatan itu menolak dan pergi keluar batas dunia alter dan dunia nyata, dan akhir nya aku menemukan mu dengan membawa kekuatan yang tersisa dari Alter Gil.. dengan kata lain kau adalah Gil dan Alter Gil.. kami disini sangat membutuhkan kekutan mu untuk menyelamat kan kedua dunia" Wanita itu bicara dengan sangat panjang, aku tidak terlalu mengerti tapi jelas baik dunia ku maupun dunia nya dalam bahaya dan meraka meyakini aku sebegai penyelamat

"Tapi apa yang dapat ku lakukan" tanya ku yang kemudian Safiore menepuk pundak ku, luka nya sudah benar benar sembuh dan membuat ku kaget

"Ikuti kekutan mu Gil, kau akan menemukan cara nya" ujar nya

aku sangat merasa bingung, beberapa menit lalu aku sedang menikmati malam ku sebelum tidur dan kini aku terdampar di tempat yang dikatakan membutuhkan bantuan ku, apa yang terjadi pada ku?

-To be continue

{ 2 comments... read them below or Comment }

Rodeon-File Translator

Popular Post

Labels

Followers

Blog Archive

- Copyright © 2013 Rodeon's-Files -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -