Posted by : Anonim Sabtu, 08 Oktober 2011


"Lepaskan!! Lepaskan rambutku Reni!! dan kaki mu, singkirkan itu dari wajah ku!!"
Malam itu sangat ribut padahal di rumahku sedang tidak ada siapa-siapa.. Bukan, ini bukan aku yang sedang bercinta dengan kekasih ku, bukan juga karna aku sedang menghafal teks drama, ini hanya aku dan "Reni" yang sudah lama tidak bertemu karna aku harus PKL di luar kota

Cerita ini di mulai saat aku pindah ke rumah dimana "Reni" tinggal, aku yang memiliki kelebihan dalam spiritualis terbiasa hidup dengan berdampingan dengan mahluk seperti "Reni" namun saat aku mulai dewasa bakat ku mulai berkurang dan aku kira itu akan benar-benar menghilang, namun aku salah.

"Reni" itu nama yang aku berikan pada wanita cantik ini, wanita yang mungkin tidak akan bisa kalian lihat betapa manis nya saat ia menyumbingkan senyum nya.

Saat itu aku melakukan transisi domisili ke daerah Bekasi menyusul keluarga ku yang sudah bertahun-tahun lebih dulu disini, dan waktu itu, saat aku akan masuk ke dalam rumah aku sama sekali tidak bisa melangkahkan kaki ku masuk, seperti ada yang menolak ku. ternyata benar, saat aku mengedipkan mata ku bakat ku seperti kembali.. semua sosok yang bukan manusia sudah berjajar berbarikade menolak keberadaan ku, wajah wajah hitam penuh amarah mereka menusuk kan pandangan yang tajam ke arah ku.

"JANGAN GANGGU KAMI, PERGI DARI SINI!! KAMI TIDAK INGIN KAU!! PERGI!!" Salah satu dari mereka menyeringan pedas dengan telunjuk nya di wajah ku. serta merta mendorong ku menjauh.

"Aku tinggal bersama kalian, tidak akan ada yang terusir" suara ku menyaut tatapan-tatapan mereka. "Bukan aku yang harus kalian takut kan" sambung ku untuk mereka.

"Meaaahhhh, Tidak menjauh, bau  mu sangat mengganggu, kau bukan manusia, kau juga bukan kami" Lirih salah satu dari mereka berbisik

"Sudah ku bilang BUKAN AKU YANG MESTI NYA KALIAN TAKUTI!!" bentak ku "Sekarang biarkan aku lewat"

Dan mereka semua serentak menghilang lenyap, yang terlihat hanya asap hitam yang terlihat hidup berangsut lenyap, kedua orang tua ku yang sedari tadi melihat terheran "Ada apa?" tanya ibu ku, "Cuma kenalan mah" jawab ku singkat.

Ya mereka, kedua orang tua ku tidak tau bakat ku, satu bakat dari ribuan yang dimiliki nenek ibu ku, dan ini bukan ilmu hitam ok? bahkan aku tadi nya tidak tau bahwa aku punya seorang ibu, singkat nya keluarga besar ku adalah keluarga kiayi yang memiliki banyak bakat mistis, yang bisa di waris kan, dan  sampai di buyut ku itu keluarga ku tidak ada yang memiliki bakat mistis apapun selain aku, dan walaupun keluarga ku adalah keluarga yang agamais tapi aku akui nilai agama dalam diri ku sangat tidak pantas di miliki manusia, ayah dan ibu ku bercerai saat aku masih kecil, ibu ku pergi untuk menyambung hidup, aku hidup bersama nenek ku yang dalam sebulan aku terpaksa ia tinggal 10 hari lama nya untuk mengambil gaji pensiunan dan mengurus rumah nya di kota batik

"Kamar ku dimana mah?" tanya ku
"Terserah mau yang mana." sahut nya dari arah dapur
"Di atas ada kamar?"
"Ada"
"Aku di sana aja mah"

Setelah bersalaman dengan ayah dan ibu ku aku beringsut ke lantai atas dengan membawa semua barang-barang ku.

Aku sampai di rungan persegi yang tidak terlalu besar, tidak terlalu berdebu tapi pasti tidak ada yang masuk ke ruangan ini ber minggu-minggu.

Singkat nya setelah semua ku bereskan dan ku bersih kan aku menginstirahat kan diri, karna hari pun sudah di jemput malam, "Menyebalkan" gumamku sambil menutup mata ku.. sebelum sesuatu yang unik terjadi, aku mendengar suara nyayian yang sangat merdu bukan, bukan nyanyian tapi gumaman,dan dengan mata yang nyaris tersisa dalam satu garis aku merlirik ke arah suara itu.

yang kulihat sungguh mengejut kan, terduduk sosok wanita cantik dengan wajah tanpa expresi dan rambut yang sama tinggi nya dengan tubuh nya, dia duduk di sudut kamar ku dengan merangkul kedua lutut nya, bergoyang kecil dengan tatapan kosong kedepan. benar-benar kosong.

Aku sudah sepenuh nya sadar saat dia menoleh kearah ku, bener-bener tanpa ekpresi, kosong, dan kalian tau yang ku ucapkan saat itu adalah "Cantik amat, siapa ya? eh apa?", aku berdiri dan berjalan perlahan ke arah nya dengan muka  yang sangat mengantuk "Apa aku mimpi? tidak aku tidak mimpi, aku belum tidur, tapi harus nya dia sudah kulihat dari tadi", dan aku sudah duduk di samping nya. jangan heran, dan jangan berfikir aku macam-macam aku sudah terbiasa dengan mereka, sampai sebelum bakat ku berkurang aku lebih banyak berteman dari bangsa mereka ketimbang manusia.

"Siapa kamu?" aku buka suara, dan dia hanya diam dan menatap ku, tapi kini ada sedikit ekpresi di wajah nya, ekspresi heran.
"Siapa kamu? aku manusia, aku penghuni baru disini" Sahut ku memecah hening.
"Kamu ini apa?" tiba-tiba dia bicara
"Aku manusia"
"Bau mu, bau mu bukan manusia, dan kamu juga bukan kami"
"Bau? bisa tolong jelaskan?" dengan darhi berkerut aku bertanya lagi
"Kamu tidak berbau seperti manusia" pernyataan yang tidak membuatku puas
"Ok, lalu kenapa aku baru melihat mu sekarang" tanya ku lagi
"Kurasa aku menyukai mu" sahut nya
"Maksud mu apa?"
"Kamu tidak berbau seperti manusia"
"Ya lalu? aku punya bakat astral, kenapa aku tidak langsung melihat mu seperti yang lain tadi, aku hanya bisa merasakan mu, tapi sekarang kau terlihat" aku makin heran, aku fikir bakat ku yang sempat hilang telah kembali karna kejadian sore tadi, penyambutan yang menyebalkan.
"Bakat mu sudah hilang, kau hanya bisa merasakan kami" sambung nya
"Lalu, kau? aku melihat mu sekarang" aku mulai gila
"Sudah aku bilang aku menyukai mu, apa perlu aku menjelaskan semua nya, aku tidak pernah bicara sebanyak ini"
 "Beri aku sedikit lagi" bentak ku
"Kau hanya bisa melihat seorang dari kami yang ingin kau melihat nya" kata nya sambil lenyap
"Hey tunggu!!" dan dia lenyap

Aku tidak bisa tidur malam itu, aku pusing karna bakat ku, aku tidak mengerti, hanya bisa melihat yang ingin terlihat? jadi? lalu bau ku bukan bau manusia? yang benar saja.

Singkat cerita aku menunggu wanita itu lagi dan dia tidak muncul, beberapa malam aku tidak bisa melihat apa pun kecuali suara-suara dan perasaan yang tidak asing untuk ku.

Akhir nya setelah beberapa hari, sore itu muncul saat itu hari yang tidak mungkin aku lupakan. aku sedang duduk dengan secangkir kuaci di meja dekat kasur ku dengan membelakangi tempat aku melihat "Reni" dan tiba-tiba rambut ku di tarik dengan kencang dari arah belakang "HEYY JANGAN SENTUH RAMBUT KU!" aku berbalik dan melihat "Reni" tersenyum.. aku mendorong nya ke kasur ku dan dia menginjak wajah ku.. sekarang dia mulai tertawa.

"Hey hey lepaskan" ronta ku pada nya
"Ayo kita bertemen" dengan wajah riang dia berkata
"Singkirkan  dulu kaki mu!"
"Hihi"

dia tertawa dan pergi, saat akan pergi aku sempat kan untuk menarik rambut nya dan itu berhasil.. dia berbalik dengan wajah menyeramkan dan pergi.. saat dia pergi dia berkata "Aku akan mendengar dan menceritakan semua yang ingin kau tau"

END

Nama "Reni" kuberikan untuk nya, karna aku tidak tau harus memanggil nya apa, sampai sekarang dia masih menjadi kawan ku yang mengganggu haha, tapi aku sudah sangat menyukai nya.. dan tidak cuma "Reni" aku sudah di berkenankan untuk berdampingan dengan mereka..

Mereka itu ada dan hidup, jangan takuti mereka karna bagi mereka kita seperti punisher dan maaf tidak ada gambar tentang mereka, karna mereka benci itu, itu menyakitkan, dan sekarang aku benar-benar merindukan "Reni".. ini nyata dan ini saya

{ 2 comments... read them below or Comment }

  1. eh eh, mengenai dunia astral coba kamu kunjungi di blog ZARA dy punya cerpen tentang alana, ada astral2 na, siapa tau pengalaman kamu yg ini dimasukin ke bukunya dia

    BalasHapus
  2. Zara? siapa itu kaka? boleh si, tapi sayang aku pengen buat buku ku sendiri, sekarang lagi project novel tentang anak ber kepribadian ganda dengan kemampuan astral yang pengen mecahin mistery Urban Legend

    BalasHapus

Rodeon-File Translator

Popular Post

Labels

Followers

Blog Archive

- Copyright © 2013 Rodeon's-Files -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -