Archive for Mei 2012

Alter World : Peperangan di Dunia Terbalik (Part 6)

Aku dan Alice berjalan dengan cahaya wajah yang berbeda, kami terlihat sangat nyaman dengan apa yang kami alami dan aku sudah siap untuk berperang demi menyelamat kan dunia

di perjalanan kembali dari danau aku terus saja menggoda Alice dengan apa yang di lakukan nya pada ku, wajah nya kembali memerah lucu.. benar kata Safiore seperti nya aku mulai menyukai nya

Lama kami berjalan kami melihat bumbungan Asap tebal dari arah gedung, kami berusaha dengan cepat sampai ke gedung untuk memastikan apa yang terjadi, sementara Alice bergerak terbang melawan gravitasi aku berlari dengan sangat cepat dengan Velocity sebuah teknik berlari menggunakan bantuan angin milik Alter Gillbert, aku tidak bisa menahan diri sampai kemudian aku pusatkan fikiran ku untuk memunculkan aliran listrik dari tubuh ku. aku berhasil! langkah lari ku menjadi sangat luar biasa, aku menggapai tangan Alice dan dengan cepat menuju gedung

Sesampai nya kami disana tak di sangka-sangka ternyata pertempuran kecil sedang terjadi terlihat dengan pedang besar nya Safiore menebas nebas para pasukan Artaloft yang menyerang dari darat, Safiore tidak sendirian Lucy bersama nya, yang kini aku ingat mereka berdua adalah kaka beradik Berserker yang cukup berbahaya dan kuat

Mereka berdua Lucy dan Safiore menari nari dengan pedang mereka masing masing Safiore dengan pedang besar dan panjang nya sementara itu Lucy dengan dua belah pedang pendek namun cukup besar yang muncul dari balik lengan baju nya menari nari membunuh para Artaloft itu

Alice ikut bergabung dengan peluru peluru sihir nya yang keluar dari tongkat yang begitu saja muncul di tangan nya. aku terkesima melihat itu, tidak hanya mereka para penghuni gedung pun ikut membantu dengan apa saja yang mereka miliki, sungguh mengagumkan benar-benar seperti sebuah cerita fantasy fiksi

"Gill di atas sana!!" teriak Alice saat pasukan Artaloft udara mulai berdatangan

"Sebenar nya mereka ini apa sih?" Ujar Safiore

"Tebas saja bodoh HAHAHA... MATI KALIAN SEMUA!! NYAAAHAAHAHA" Lucy terdengar begitu mengerikan, aku tidak bisa menonton saja, aku sudah membawa ingata Alter-Gilbert pasti nya aku dapat melakukan sesuatu yang membantu, lalu aku teringat sesuatu "VALKRYE" teriak ku lalu muncul sebuah bola cahaya di tangan ku, bola caha itu kemudian dengan cepat berpijar membentuk sebuah busur panah yang amat indah

"Tunggu mana anak panah nya?" ujar ku panik

"Bukan waktu nya bertindak bodoh Gil!! ginakan ingatan mu!" Alice berteriak dari tempat yang jauh di depan ku, dia sama sekali tidak dapat di bilang sedang santai, ia cukup kerepotan melawan pasukan Artaloft yang banyak dan sangat kuat itu

Aku menutup mata ku berusaha menyusuri kenangan yang di berikan Alter-Gillbert kedalam otak ku

"Illuminati" sebuah suara terdengar mendengung di kepala ku

"Illuminati? ah CAHAYA" Aku kembali berkonsentrasi, aku menarik cahaya dari Valkrye dan memasang posisi memanah  "Fang SHOWER!!" hentak ku dan ratusan anak panah cahaya dengan cepat melucur dari Valkrye, anak-anak panah itu berhasil menjatuh kan para Artaloft yang berada di udara

"Kali ini akan menjadi pertarungan jarak dekat Gill!" Ujar Lucy

"Em" aku kembali menutup mata ku, berkonstrasi "CHIMERA!" Valkrye kembali berubah menjadi pijaran cahaya dan pijaran itu berubah menjadi dua busur silang yang melekat di kedua lengan ku

Aku berlari menggunakan Velocity kearah para Artaloft yang di hadapi teman teman ku, kini aku bisa mendengar apa yang teman teman ku rapal kan, semua yang dapat menggunakan kekuatan turun dalam peperangan Artaloft ini dan yang tidak menjadi team support yang membantu dari dalam gedung..

ini adalah perperangan untuk mempertahan kan gedung yang kami pakai untuk bersembunyi

"Frost Chains!" Hentak Alice, lalu rantai rantai besi yang terlihat dingin bermunculan dari berbagai arah dari diri nya, rantai rantai itu memburu para Artaloft hingga mati membeku

"Elemental CRUSH!!" kali ini Lucy yang menyeringai, dengan sekali tebasan para Artaloft bertumbangan kemana-mana

"Deadly Slash!" Secepat kilat Safiore menebas para Artaloft dalam jangkauan nya

dan di ikuti oleh para pejuang Alter lain nya

"Time Alter!!" rapal ku, visual ku senantiasa berubah, semua nya terlihat melambat lalu ku sambung dengan "Wild Accel" dan ribuan anak panah dari dalam busur silang ku berhamburan menumbangkan para Artaloft

Peperangan terus berlangsung cukup lama, kami yang kalah jumlah sedikit kewalahan untung nya mereka yang kami lawan adalah bukan pengguna kekuatan seperti kami, aku pernah mendengar bahwa dari semua yang harus di takuti adalah Sigma si pangeran iblis yang bahkan dapat menumbangkan ayah nya sendiri Bahemoth se'ekor dari 7 iblis terkuat

beberapa jam berlalu, seperti nya Athena ternsenyum pada kami, dengan jumlah pasukan yang sangat sedikit kami dapat memukul mundur para Artaloft dengan sedikit sekali kerugian, hanya beberapa orang yang terluka dan mereka sudah mendapat pertolongan pertama oleh Alice dan para Heller di gedung itu

"Ah syukurlah kalian datang tepat waktu Alice, Gil tidak tau seperti apa nanti nya jika kalian malah tidak datang" Keluh Safiore

"Tapi sungguh jumlah mereka benar-benar semakin banyak" Timbal Lucy

"Kalian tidak ada yang sadar tentang Gillbert?" Sela Alice

"Gilbert? oh iya.. kau benar-benar mengejutkan ku, benar-benar sesuatu teman ku Haha kali ini pasti akan menang" Safiore merangkulku akrab, dan seketika itupun kami mencair dalam kebanggaan dan kebahagiaan

Malam menjelang, aku mulai memikirkan sebuah rencana, jelas sekali pasukan kami kalah jumlah di tambah lagi ingatan ku tentang Sigma pemimpin para Artaloft itu sungguh menakutkan, mungkin jika kami bersatu kekuatan kami belum dapat menyamai nya, dengan kata lain jika kami tidak menggunakan sebuah startegi kami pasti mati sia sia

"Sedang memikirkan apa?" Tanya Alice, suara nya tiba tiba saja muncul dari arah belakang ku

"Rencana, kita perlu rencana untuk mengalahkan Sigma" ujar ku singkat

"Lalu apa kau sudah mendapat kan nya?"

"ya seperti nya, kuharap akan berkerja, aku juga butuh kerja sama dari seluruh pasukan ALTER" Tukas ku

"Bicara apa kalian, memangnya kami gila mau melawan tampa stategi setelah kalian pernah di kalahkan dulu" Safiore tiba tiba ikut bergabung

"Dan, apa yang sudah kau fikirkan Gil?" Lucy mengikuti dari belakang dan mereka pun duduk beriringan dengan aku dan Alice

"Tentang pasukan Artaloft, kalian sadar kalau mereka bukan apa-apa melainkan jumlah?" tanya ku

"ya, kalau saja mereka sedikit pasti tidak akan merepotkan" Balas Lucy

"Aku yakin maksud dari Sigma mengumpulkan banyak pasukan yang tidak terlalu kuat adalah sebuah klise, dimana saat kita sedang sibuk ia akan dengan mudah menggunakan alat pencipta kiamat itu bukan?" jelas ku

"Mengejutkan! itu bisa saja terjadi" Pekik Alice

"Nah karna itu, kita harus memainkan kartu trump"

"Maksud mu?" Mereka bertiga menyucapkan kalimat itu hampir di waktu yang bersamaan

"Taktik Gerilya" Jawab ku penuh keyakinan

-To be continue


Sabtu, 19 Mei 2012
Posted by Anonim

Alter World : Peperangan di Dunia Terbalik (Part 5)

Aku kembali terbangun di dunia dengan langit yang berwarna hujau, beberapa orang mengerubungi ku, mereka terlihat sangat lega. Safiore yang pertama kali membuka suara nya

"yo Gilbert, lama sekali kau tidur.. bagimana seperti nya kau sudah sembuh total.. sudah kuduga kau memang sesuatu" ujar nya

"Ah? ya kurasa aku sudah baik baik saja, yang kemarin itu mengejutkan sekali" balas ku. aku melihat segala luka yang ku dapat, dan luar biasa luka luka itu sudah tidak terasa dan bahkan tidak berbekas

"Seperti nya kau berubah" ujar seseorang yang berjalan perlahan dan muncul dari arah belakang Safiore, ia adalah seorang gadis bernama Lucy, aku sangat menyukai pakaian yang ia kenakan, sebuah gaun biru berenda putih yang rok nya telah di potong sebatas paha dan ia menggunakan sepatu yang menutupi seluruh kaki nya benar benar terlihat manis

"Ya, aku sudah mendapatkan yang aku cari" jawa ku yakin

"Kalau begitu kau harus menemui Alice di danau yang ada di belakang sana, dan tolong untuk berhati-hati" Ucap Lucy

"oh baiklah, aku juga ada keperluan dengan nya"

"Aaaah, setelah pergi dengan nya seharian apa kau mulai menyukai nya gil?" Celetuk Safiore yang kemudian berteriak kesakitan oleh pukulan dari Lucy

"Aw itu pasti sakit" celetuk ku yang kemudian seidikit melambaikan tangan kerah Lucy dan para penghuni gedung lain dan berjalan ke arah yang di tunjukan oleh Lucy tadi

Aku berjalan sedikit jauh dari gedung, aku menemukan sebuah danau yang sangat besar, mungkin adalah danau yang terbesar yang pernah aku lihat, bahkan aku tidak dapat melihat dimana sebrang tepi danau, terlebih karna langit disini berwarna hijau membuat pandangan ku sedikit berbeda

"Seharus nya dia ada di sekitar sini... dan bicara soal tempat ini aku kira lebih pantas jika di sebut miniatur laut atau semacam nya"

Aku sedikit berputar mencari Alice dan seperti nya aku tidak perlu bersusah payah, ia benar benar sudah menunggu ku, ia duduk di atas sebuah batu besar yang cukup tinggi, cukup mudah untuk menemukan nya di posisi itu

"Alice, ku dengar kau menunggu ku?" teriak ku dari bawah batu

"Em ya, bisa kau naik kesini gil?" tanya nya dari atas, aku pun mengangguk tanda menyanggupi dan mulai naik keatas..

"Tak ku sangka batu ini lebih tinggi dari yang terlihat"

"Indah bukan?" ucap Alice, ia benar-benar tidak mendengarkan apa yang aku katakan, aku benar-benar tidak yakin bahwa ia adalah Niera, selain dari pakaian cantik yang biasa ku gambarkan untuk pakaian para caster dalam beberapa cerita ku yang ia kenakan sifat nya juga sangat berbeda

"Ya, sangat indah, dari sini seperti nya sangat menyenangkan untuk lombat kebawah sana untuk berenang"

"Jika itu aku maka aku tidak akan melakukan nya"

"Kenapa?"

"Pakaian ini benar-benar berat, aku pasti tenggelam di sana" Jawab Alice, kali ini ekspresi nya mulai mirip dengan Niera

"Baik Alice, atau mungkin aku akan memanggilmu Niera? jadi bagaimana kau dapat memiliki ingatan dan kekuatan Alice" Ucap ku mengalihkan pembicaraan

"Sebaiknya kau tetep memanggilku Alice di dunia ini gil. Kali ini aku yang akan bercerita jadi maaf ya haha... baik beberapa waktu lalu aku mengalami hal yang baru baru ini kau alami, aku bermimpi aneh, mimpi aneh, dan puncak nya aku bermimpi aku tewas dalam sebuah peperangan dengan sesuatu yang berterbangan di langit, dan sebelum aku tewas seseorang bernama Gilbert memeluk ku, ia melindungi ku dari serangan benda asing itu, asap mulai mengepul tinggi, aku tidak bisa menggerakan kaki ku.. kaki ku terasa sangat menyakitkan. kemudian saat asap asap itu lenyap dan Gilbert yang menolongku tewas, tubuh nya hancur berantakan" Jelas nya



"Aku tewas dengan tubuh hancur? kejam nya"

"Menyela nya nanti saja aku hampir selesai" bentak Alice "Aku berusaha bergerak, aku ingin menyentuh sisa sisa tubuh Gilbert itu, saat itu air mata ku benar benar deras mengalir, tanpa berfikir lagi aku membuka sebuah pintu sihir dan menyegel arwah Gil dalam medalion yang kau kenakan itu.. aku merangkak memasuki gerbang sihir itu dan aku berada di suatu ruangan yang berbeda, aku sadar itu adalah rumah mu saat melihat mu di sana Gilbert yang berada di dunia sebrang, Gilbert yang nyawa nya ku simpan agar tidak mati.. dan setelah aku mencium mu aku mengilang.. saat itu juga aku terbangun dari tidur ku" jelas nya lagi

"Kita lupakan soal itu, aku sudah mengerti tentang asal usul mu sekarang, berbeda dengan aku yang di selamatkan oleh Alice kau dengan kata lain telah menyelamatkan diri mu sendiri dari kematian mu, lalu bagaimana kau dapat memiliki semua ingatan dari Alice?" Timpal ku

"Di suatu malam aku tertidur saat menjadi Niera, kemudian aku tersadar di sini, di atas batu ini... ada sesuatu yang membisik di telinga ku, secara manusiawi aku mencari asal suara itu dan sesuatu terjadi"

"Apa itu?"

"Aku berada di sebuah tempat yang sangat gelap dan dingin, kemudian segerombolan kunang-kunang mengerubungi ku, cahaya cahaya dari gerombolan kunang kunang itu terasa aneh, dan dengan begitu saja semua ingatan Alice masuk kedalam kepala ku"

"Ah, apa itu tidak terlali buram? bagaimana pun aku harus tau apa yang dapat aku lakukan untuk dunia ini? karna itu aku harus cepat mengetahui sedikit dari ingatan Alter ku" Ketus ku pada Alice

"Kau akan mendapatkan nya sekarang" Ujar Alice, kemudian ia berdiri di belakang ku, aku pun ikut berdiri, aku membersihkan celana ku dan menatap Alice, dan tiba tiba saja Alice menendang ku keras hingga aku terpental dan terjatuh dari batu besar tadi

Air yang sangat dingin mulai kurasakan, biasa nya aku akan terbangun dengan kasur yang sangat basah jika mengalami mimpi seperti ini, namun ini sama sekali bukan lah mimpi.

Gelap, aku bahkan tidak dapat melihat satu pun dari jari jari tangan ku, aku semakin merasa tekanan air menekan ku masuk lebih kedalam, aku mencoba untuk berenang ke permukaan namun sia sia aku semakin terseret kedalam

Aneh, setitik cahaya mulai dapat ku lihat, tak lama cahaya cahaya yang lain mulai muncul dan mengerubungi ku

"Apa ini yang di katakan Alice tadi?"

Cahaya itu menelan ku masuk kedalam nya, yang ku lihat kini bukan lagi hitam namun sebuah visual putih gading yang menyilaukan, sesuatu mulai terjadi dengan kepala ku, semua bayangan-banyangan aneh  yang belum pernah ku lihat menari nari di dalam otak ku seakan memaksa untuk masuk keadalam nya

Sakit aku mulai kehilangan kesadaran lagi mata ku hampir saja tertutup, namun sebuah suara membangunkan ku

"Kau adalah seorang penyelamat, sangat tidak keren jika kau mati tenggelam di sini setidak nya kembangkan bendera itu untuk ku"

"Siapa itu?" Aku mencari asal suara itu dan yang ku temukan adalah sebuah cermin datar dengan pantulan diri ku disana, aku sempat terkejut karna pakaian yang ku kenakan sudah berubah, sebelum nya aku hanya menggunakan kemeja dan celana panjang biasa tapi kini pakaian seorang kesatria yang terlihat keren lah yang ku kenakan

"Aku adalah kau bodoh, aku Gilbert O'Dyan" jawab seseorang dari dalam cermin itu

"Waw, kau benar benar mirip dengan ku yah" jawab ku polos

"Tentu saja aku ini adalah kau, sekarang kembali lah kesana dan selamatkan dunia ini.. aku sudah gagal kali ini kau tidak punya kesematan untuk kalah.. gunakanlah kekuatan ku dan selamatkan semua yang kau sayangi di dunia mu melalui dunia ini, pimpin mereka yang di sana dengan kemampuan mu dan lindungilah mereka dengan tubuh mu"

Sosok dalam cermin itu perlahan mundur hingga tidak dapat terlihat lagi bersamaan dengan itu cahaya yang menelan ku mulai memudar dan dengan sangat ajaib aku sudah berdiri di tempat sebelum Alice menendangku

Alice melompat memeluk ku, ia terlihat sangat senang, wajah nya memerah dan mata nya berkaca-kaca tanda terharu

"Ah Gilbert aku sangat khawatir... kau lama sekali... dan pakaian mu.. wah keren sekali sama sekali sama dengan pakaian yang di gunakan Gilbert dunia ini"

"Apa-apaan kau? tiba-tiba saja menendang ku dan sekarang..." aku tidak berniat meneruskan kalimat ku, wajah Alice mulai kembali menggemaskan seperti Niera yang kukenal

"Sudah lah, aku harus mengembangkan bendera ini dan menari di medan perang bersama kalian semua" ujar ku yakin dan Alice pun tersenyum indah

-To be continue
Posted by Anonim

Alter World : Peperangan di Dunia Terbalik (Part 4)

"Gilbert O'Dyan coba kau jelaskan soal logika gerbang metafisika sekali lagi" Suara nyonya Reven menhancurkan semua lukisan lukisan khayal di otak ku, aku berdiri menjawab perintah nya kemudian membuka buku panduan ku yang kemudian aku bacakan pada teman sekelas ku

"Jadi seperti itulah, sama dengan yang tertulis di buku" Ujar ku setelah berbuih membacakan isi buku yang sekarang tergeletak di atas meja ku.

Seperti biasa, kehidupan sekolah ku tidak pernah mengesan kan, kali ini aku malah sibuk memikirkan tentang mimpi yang kualami, apakah itu asli atau benar benar mimpi, kalau saja itu mimpi aku pasti tidak akan memiliki luka bakar seperti ini, namun ini terlalu aneh untuk menjadi sebuah kenyataan, mungkin jika aku mengalami nya sekali lagi aku pasti tidak akan meragukan nya lagi. sekarang hanya soal waktu dan kenyataan

"Gil... oy gilbert... gilllllll" Suara seorang gadis memanggilku dari arah belakang

"Hah apa? apa? ada apa? siapa?.. ah kau Alice ada apa?" Jawab ku setengah terkejut

"Alice? aku ini Niera kau ingat? lihat ini N-I-E-R-A A-S-T-R-E-A" Ketus nya

"Ah iya, maafkan aku, tadi aku sedang melamun" balas ku

"Haha, tidak masalah, hmm apa yang kau lamunkan? dan siapa gadis bernama Alice itu? seperti nya ia berwajah sama dengan ku? Ceritakan Gil" Timpal Niera antusias

"Ah, itu dia adalah seseorang dari mimpi yang ku alami akhir akhir ini, mimpi yang ku ceritakan pada mu, dia gadis yang muncul di rumah ku kemarin" Jelas ku

"hm gadis yang sekarat dan wajah nya mirip dengan ku itu? benar kah?" Wajah Niera berbinar binar

"Iya... em begitulah, oh Niera bagaimana kalau kita bicarakan ini di perjalanan pulang? aku mau ke suatu tempat apa kau mau menemani ku?" Balas ku melihat keadaan kelas yang sudah kosong dan jam di tangan ku sudah menunjukan waktu tanda berakhir nya waktu efektif di sekolah. aku hanya mengikuti sebuah Club sastra dan hari ini sedang tidak ada acara, karna itu aku memilih untuk segera pulang demi memastikan sesuatu

"Baiklah, aku hari ini sedang malas mengikuti Club memanah, jadi seperti nya pulang dengan medengarkan cerita mu mungkin akan lebih menarik" Jawab nya

Kami pun segera bersiap untuk pulang, merapihkan barang barang kami dan seperti biasa nya ku lihat Niera meninggalkan buku untuk pelajaran besok dan kemarin di dalam laci meja nya dan kemudian mengambil buku pelajaran hari ini kedalam tas nya.

"Seperti biasa nya" Tegur ku

"Haha akan merepot kan jika membawa buku terus terusan kesekolah, lagi pula dengan begini aku tidak bisa bermalas malasan untuk mengerjakan tugas" Jawan nya dengan wajah yang aneh

"Kau kan jadi lebih banyak membawa buku tiap hari nya Niera"

"Tidak masalah, itu hanya ku lakukan setiap pagikan? saat tenaga ku sangat banyak hahaha"

"Ya sudahlah ayo kita pulang" Ajak ku, dan kami pun berjalan menyusuri koridor seolah untuk keluar dan pergi dari tempat itu.

Kami sudah berada di jalanan kota saat itu cukup ramai karna sedang di adakan karnaval, aku menceritakan soal hal hal aneh yang aku alami dalam mimpi ku secara keseluruhan termasuk kenyataan bahwa darah gadis itu tertinggal di rumah yang membuat ku yakin bahwa aku tidaklah sedang bermimpi atau sedang terjebak dalam salah satu cerita cerita khayalan ku

"Waaah aku benar benar tertarik.. apa kau akan membuat itu menjadi tulisan di blog mu Gil?" Tanya Niera

"Seperti nya, tapi aku tidak yakin, sebelum itu aku ingin memastikan sesuatu" Jawab ku "Aku tertarik akan sesuatu, mungkin saja kau dan aku akan di kejutkan oleh sesuatu, sekalian saja ini untuk membuat mu semakin menjadi fans cerita cerita ku haha" sambung ku dan saat itu juga wajah Niera menjadi lucu yang membuat ku benar benar ingin melahap nya

"Kita mau kemana sekarang Gil?" Tanya nya lagi

"Aku ingin memastikan sesuatu" Jawab ku singkat

"Apa hal yang kau ingin kau pastikan itu ada di tanah Rathalost?" Niera menatap ku seperti membisikan sesuatu pada ku. Rathalost adalah nama tanah pemakan di kota Achibal, tampat itu cukup terkenal

"Bagaimana kau tau?"

"Kita sedang berada di jalan menuju tanah pemakaman itu bodoh"

"Ya, seperti nya, aku penasaran.. kau ingat Alice bilang Aku dan Alter-Gilbert sudah pernah mati."

"Aku tidak yakin" Balas nya, wajah nya mulai dingin

"Haha bagaimana pun aku ingin membuktikan nya" ku tepuk pundak Niera dan itu seperti memiliki kekuatan sihir, wajah Niera kembali terlihat cantik seperti biasa

Lama kami mengobrol, kami sudah berada di pintu masuk tanah Rathalost. setelah meminta izin pada penjaga gerbang aku dan Niera masuk kedalam, Niera membeli seikat bunga di gerbang yang saat ku tanya untuk apa dia menjawab "Mungkin aku akan memerlukan nya"

Kami menyusuri nisan demi nisan, ini sedikit aneh karna aku mencari sebuah nisan dengan nama ku sendiri

Kami terus berjalan mencari nisan itu, aku benar benar ingin memastikan hal yang dikatakan oleh Alice, kalau aku sudah mati pasti ada sebuah nisan dengan nama ku diatas nya

"Seperti aku tidak akan pernah menemukan nisan yang ku cari Niera" Gumam ku sedikit kecewa, namun aku tidak menemukan Niera di sekitar ku

"Niera... oy Niera... dimana kau?" teriak ku

Aku pun menyusuri deretan nisan itu sekali lagi mencari dimana Niera, dan setelah cukup lama aku berjalan aku sampai di ujung tanah Rathalost sekaligus kutemukan Niera

Ia sedang berlutut di sebuah makam,berdoa, dan menaruh bunga yang ia beli di luar pemakaman, itu menjelaskan pada ku tentang apa yang ia maksud kan dengan bunga itu

Aku berjalan mendekati nya

"Niera ayo kita pu...." kaliamat yang ingin ku ucapkan tidak dapat berlanjut lagi, aku sangat terkejut dengan apa yang telah ku lihat di depan mata ku, sekali lagi logika dan imajinasiku bagaikan berbenturan dan menciptakan badai yang luar biasa besar nya

"Gilbert..." Rintih Niera

"Niera" aku menatap nya dalam "Apa kau? apa maksud nya ini?" sambung ku

"Hanya aku yang tau, tidak ada seorang pun yang tau kecuali aku" Jelas nya "Bukan hanya kau, aku juga terlibat di dunia Alter, kau akan menemukan sendiri nanti nya" ucap nya lagi

"Jadi kau Alice dan Alice adalah kau?"

"Tentu, Alice sudah tewas bersama dengan Gilbert, karna kau sudah mengetahui nya kumohon bantulah dunia Alter dan jadilah si pembawa cahaya dan selamatkan kedua dunia"

Aku tidak dapat lagi berkata apa-apa, yang ku saksikan adalah sebuah nisan dengan nama Niera Astrea

"Aku tidak akan ragu lagi"

-To be continue

Kamis, 17 Mei 2012
Posted by Anonim

Alter World : Peperangan di Dunia Terbalik (Part 3)

Setelah banyak mendengar yang dikatakan oleh orang orang yang ku temui disini itu setidak nya membuat ku sadar bahwa ini benar-benar lah bukan sebuah mimpi, dan yang paling membuat ku terperangkap tanda tanya adalah bahwa dunia ini adalah sebuah gambaran yang tercipta dari masalah semua manusia yang ada di dunia ku, apapun yang terjadi di sani berawal dari dunia ku arti nya dunia ku dan dunia ini saling berhubungan dan menopang, dan jika sebelum nya mereka berkata bahwa dunia ini akan hancur maka hal yang tidak jauh berbeda pun akan terjadi di dunia ku, dengan kata lain dunia ku juga akan hancur

"Lalu Alice bagaimana dan apa yang harus aku lakukan untuk menyelamat kan dunia ini? jujur saja aku sama sekali tidak mengerti bahwa aku adalah seorang penyelamat" Tanya ku pada Alice

 Kami sedang berada di tempat milik Alice, anggap saja ini adalah sebuah kamar di dalam sebuah hotel yang di tinggalkan, bagaimanapun dunia ini adalah medan perang, wajar saja jika semua yang ada di sini terlihat tidak karuan, tapi kediaman Alice ini benar benar terjaga.. mungkin karna dia adalah wanita dan juga penyihir

"Tidak ada, yang perlu kau lakukan adalah bertarung sekali lagi dan tidak mati" jawab Alice singkat

"Aku sama sekali tidak mengerti soal pertarungan" Aku menjawab dengan wajah yang menyebalkan

"Tentu saja kau tau, kau hanya lupa dengan itu..  untuk itulah aku menjemput mu dari sana" balas Alice

"Dengan tampilan yang mengerikan seperti itu? kau ini benar benar punya selera bercanda yang buruk.. sekarang tolong jelas kan lebih lanjut, jika Alter ku sudah tewas dalam peperangan kenapa aku tidak mati, kau bilang semua yang ada di sini berhubungan langsung dengan dunia ku?"

"hahaha... ya kurasa itu benar, harus nya aku membuat gadis itu lebih eksotis atau semacam nya haha... dan kenapa kau tidak mati? hah ya memang kau ini sudah mati.."

"Mati?"

"Kau sudah mati saat Alter Gilbert O'Dyan tewas dalam peperangan, namun ia tewas dengan sangat menakjubkan, ia tewas karna menyelamatkan sesuatu yang di sebuh medalion cahaya.. medalion yang ku berikan pada mu"

"Ini?" Aku menyela dan mengambil medalion dari saku ku "Tunggu, bagaimana ini bisa ada di saku ku?"

"Roh mu  dan Alter Gilbert berada di dalam medalion itu, selama medalion tidak hancur kalian tidak akan mati.. namun Alter Gilbert benar benar tidak beruntung, walau nyawa nya tersimpan tapi tubuh nya sudah hancur menjadi kepingan dalam kematian nya, kemudian roh mu dan roh nya menjadi satu" Jelas Alice

"Jadi Alter Gilbert masih hidup, dan dia hidup bersama ku?" hal yang membuat ku bingung kembali muncul, aku memang pengkahyal namun hal seperti ini sangat membingungkan untuk menjadi nyata

"Ya.. kau fikir kenapa kau bisa memasuki dunia ini? sekarang yang menjadi tugas ku adalah cara membangunkan Alter Gilbert untuk membantu mu dan dunia ini " Balas Alice

"Membangkitkan nya?"

"Tentu saja, dia akan membuat mu menjadi seorang pejuang hebat seperti yang ia lakukan pada diri nya" Kemudian setelah berkata itu Alice pergi dan memberikan ku sebuah gulungan kertas, aku membuka nya dan aku menemukan sebuah tulisan "Berhentilah memikirkan sesuatu yang akan membuat mu ragu, jalan mu akan terbuka untuk mu dan semua akan baik baik saja"

membaca itu aku menjadi sedikit termotivasi, fikir ku ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa, aku berada di salah satu dunia fantasy dalam imajinasi ku dan aku menjadi tokoh utama, karna itu mungkin setidak nya aku harus berlaku keren dan berguna sedikit

"Baiklah, mungkin aku tidak perlu ragu lagi.. dan pukul berapa ini? seperti nya aku harus pulang kedunia ku sendiri" aku mencari Alice dari dalam bangunan itu namun aku malah tidak menemukan siapa siapa seperti tadi siang, yang ada di benak ku adalah mereka sudah beristirahat di ruang masing masing, bagaimanapun ini sudah malam

"Ah seperti nya aku juga harus tidur.. sebelum sampai ke sini aku kan sedang ingin tidur.."

aku berjalan mencari ruangan yang mungkin bisa ku jadikan kamar hotel ku di dunia ini, namun rasa nya aneh, karna semua ruangan yang kukira tersisa semua nya terkunci dan tidak bisa di buka dan tiba tiba saja  secara aneh aku melihat beberapa missile meluncur kaearah ku, aku berfikir cepat dengan berlari dan bersembunyi tapi seperti nya missile missile memiliki kendali, mereka dapat menemukan ku dan benar benar mengejarku.. aku berfikir keras bagaimana cara missile missile itu tidak menyentuh ku secara langsung, jika tidak aku pasti akan mati berantakan oleh ledakan itu.

secara luar biasa aku dapat  menghindari missile missile yang mulai menabrak, sangat luar biasa dan tidak bisa ku percaya sendiri

Namun bukan waktu nya aku untuk senang, dari berbagai arah missile missile itu mucul, kali ini aku seperti nya harus menyerah dan saat missile itu hanya beberapa inchi dari ku Allice dan Safiore muncul dan mengancurkan missile kendali

"Ah aku tertolong, sebenar nya apa itu?" aku sangat lega karna seperti nya aku tidak mati

"kau memang sedang di incar Gil, baik di dunia mu maupun di dunia Alter, mereka adalah pasukan Artaloft anak buah si pangeran iblis Sigma" jawab Safiore

"Untuk itu kami harus membuatmu menemukan kekuatan Gilbert mu" Alice menambahkan

"Aku juga sudah memikirkan nya, aku bukan orang baik di dunia ku, namun jika aku akan berguna disini aku akan berjuang" Ujar ku dengan pasti

"Kalau begitu....." Ucapan Safiore terpotong oleh teriakan Alice

"Gil... Awas!!" Teriak Alice  beberapa Missile kembali mucul, kini bukan dari arah mana-mana, namun dari atas kepala ku, mereka hanya beberapa Inchi dari ku, seperti nya aku akan mati dan berhenti menjadi tokoh utama hari ini dan sekarang

aku sudah siap menemui kematian ku, Alice dan Safiore pun tidak mungkin dapat mehalau mereka kali ini

"Dan ini lah akhir nya.. payah sekali" ujar ku dalam hati, dan tiba tiba saja sesuatu yang aneh terjadi, sebuah lingkaran sihir muncul di sekeliling ku dan seketika waktu seperti berhenti, lingkaran itu berwarna biru dan kemudian memerah.. dengan sekejap missile missile itu meledak dan hancur lalu muncul cahaya yang sangat menyilaukan mata ku, tidak alam cahaya itu hilang kembali

"Apa itu? ta...di....." tiba tiba saja  aku menjadi sangat lemas , semua nya mulai menjadi gelap, suara Alice masih terdengar namun aku sudah tidak dapat melihat apa apa dan mulai tidak sadarkan diri

**

"Trinkkkkk.....Trinkkkkk.....Trinkkkkk.....Trinkkkkk....." suara alarm membangunkan ku

"ah? hanya mimpi rupa nya.. mimpi kali ini cukup luar biasa, mungkin Niear tertarik mendengar nya" Gumam ku yang segera berlari kekamar mandi untuk bersiap kesekolah

"Hmm,,, mimpi itu sangat hebat..." Aku mengambil pasta gigi dan mulai meggosok gigi ku, setelah selesai aku berkumur, ku gulung lengan tangan ku

"Astaga apa ini?" Sebuah luka bakar terlukis manis di lengan ku

"Aku salah, ini bukan mimpi, aku tidak memiliki ini sebelum nya... atau mungkin ini masih mimpi" kepala ku mulai berfikir banyak hal namun yang pasti aku akan menjalani sebuah takdir yang sangat besar

-To be continue
Jumat, 11 Mei 2012
Posted by Anonim

Alter World : Peperangan di Dunia Terbalik (Part 2)

Aku sudah selesai dengan membersihkan darah di ruangan tengah rumah ku, kemudian aku duduk di sofa yang ada di ruangan itu, aku memandangi medalion yang tiba tiba aku miliki dan kutemukan di kantung celana ku, benda itu bulat ke'emasan dengan ukiran yang sangat indah, aku memutar mutar meddalion itu memeriksa mili demi mili bagian dari benda emas itu, lalu aku menemukan bahwa itu bukan lah sebuah medalion biasa, ada sebuah tombol kecil yang membuat medalion itu terbuka, di dalam medalion itu terdapat sebuah jam

"Oh jadi ini adalah jam saku?" ujar ku dalam hati, aku masih memperhatikan benda yang di tangan ku itu, lalu aku menemukan suatu tombol yang lain, aku menekan nya dan hal aneh terjadi sebuah cahaya terbesit keluar dari benda itu yang juga mulai melantunkan sebuah melody merdu, cahaya itu kemudian berubah terang menjadi sesuatu yang lebih jelas "Lubang? lubang apa ini?" aku ragu, namun rasa penasaran ku rupanya tidak mau kalah, perlahan aku mendekati lubang yang memacarkan bayangan dari bagian ruang tengah ku yang lain, aku memasukan tangan ku ke lubang itu dan "Astaga tangan ku tidak tembus" aku segera menarik kembali tangan ku, aku takut tangan ku terpotong atau hancur namun ternyata tangan ku utuh, aku kembali memasukan tangan ku tapi kali ini tidak ada yang terjadi lalu cahaya itu dengan cepat menghilang dan sebelum nya membungkus ku

"Apa itu? aku fikir aku akan pindah ke suatu tempat atau apa.. ternyata memang sebuah kebetulan" Aku berjalan merapihkan perabotan yang tadi ku gunakan untuk bersih bersih, saat memunguti barang barang aku melihat medalion yang tadi ku taruh, aku merasa sebaik nya medalion itu ku simpan saja untuk beberapa saat

hari sepulang sekolah ku berjalan seperti biasa, tidak ada yang aneh tidak ada yang berbeda, aku makan dengan biasa, mengetik dan menulis cerita selain mengerjakan pekerjaan rumah

"Nanti malam aku masak apa ya? hmm ibu akan suka atau tidak ya" Gumam ku dalam hati sebari memeriksa kulkas untuk menyiapkan makan malam "Oh iya ibu baru akan dirumah beberapa minggu lagi" aku berhenti mencari sesuatu dari kulkas lalu membuka lemari persediaan makanan dan mengambil satu bungkus mie instan "Aku akan masak ini saja, setidak nya aku bisa menghemat waktu dan bahan makanan" ujar ku

"Yap, mie instan akan siap di lahap dalam beberapa menit" Tukas ku, lalu kau menyalakan televisi "Aneh, ini bukan acara yang biasa ku tonton" aku mengganti ganti channel TV ku, mencari acara yang biasa nya ku tonton di rumah, aku sangat lambat untuk menyadari bahwa tidak ada apa apa di TV, aku melemparkan Remote TV dan berlari kedapur untuk meniriskan mie yang ku masak

Aku makan dengan tenang, saat itu waktu sudah menunjukan jam malam, setelah aku kembali mengecek acara di TV aku pergi untuk tidur

"Lebih baik aku tidur saja, mungkin saluran TV nya agak terganggu lagi pula aku sedang tidak minat menulis" aku merabahkan diri ku di atas tempat tidur, menarik selimut untuk menutupi diri ku, dan sebelum tidur aku melihat kembali medalion itu sekali lagi "Sebenarnya benda apa ini?" ujar ku dan kemudian aku tertidur

**

"Gilbert... Gilbert O'Dyan... sadar lah Gilbert" seseorang berkali kali meneriakan nama ku, aku membuka mata ku untuk menemui asal suara itu

"Astaga aku dimana? ini bukan kamar ku" sesuatu yang aneh terjadi pada ku, aku tidak lagi berada di kamar ku, aku menatap keatas dan yakin bahwa itu adalah langit tapi tunggu "Lagit nya hijau?"

"Kita harus segera pergi dari sini" suara itu kembali muncul, lalu aku sadar suara itu adalah milik seorang laki-laki, ia mengambil tangan ku dan mengajak ku untuk mengikuti nya, sebelum aku sempat banyak bertanya, sebuah hujanan peluru berjatuhan di sekitar ku, tidak mereka menuju ke arah ku, "apa ini akhir hidup ku?" aku menutup mata ku karna takut

"Kau tidak apa-apa Gilbert?" suara lelaki itu membukakan mata ku sekali lagi "Ya tuhan apa kau tidak apa-apa?" lelaki itu menghalau semua peluru yang menuju kearah ku tadi dengan tangan kosong, bukan tangan kosong namun tubuh kosong.. ia melindungi ku dari tembakan itu dengan tubuh nya

"Pokok nya kita harus menyingkir dulu dari sini, semua akan baik-baik saja Alice akan menjelaskan situasi nya pada mu!" lelaki itu kembali mengucapkan hal yang aku tidak mengerti tapi kali ini aku akan menurut kepada nya setelah yang terjadi di hadapan ku beberapa detik lalu

Tanpa banyak bicara aku dan lelaki itu meyusuri lorong lorong kota, berjalan dengan hati hati mencoba agar tidak di temukan oleh sesuatu yang aku tidak tau, berjalan cukup jauh membuat aku sadar akan satu hal, tempat ini sama seperti yang aku lihat di mimpi ku, mimpi yang selalu aku alami akhir akhir ini, jadi apakah ini juga mimpi?

setalah cukup lama dan jauh dari lokasi pertama aku sadar kami sudah berada di dalam suatu gedung tua yang aku ingat sebagai departement store di kota Archibal yang aku tinggali, kami bertemu dengan oreng orang yang tidak asing untuk ku namun mereka sangat berbeda, terutama untuk pakaian, mereka seperti orang orang ajaib yang aku lihat di anime anime jepang

"Akhir nya kau kembali Gilbert" sebuah suara wanita mengejutkan ku

"Kembali? aku sedang tidak nyata kan? ini adalah mimpi mimpi ku kan?" jawab ku untuk memastikan

"Kalau ini mimpi bagaimana rasa nya ini?"

"Uhk" wanita itu memukul perut ku hingga aku terjatuh karna kesakitan "Kenapa? ini mimpi kenapa aku merasakan tendangan nya? kenapa?" otak ku mulai penuh dengan pertanyaan pertanyaan

"Ini adalah Alter world, dunia terbalik dari dunia yang kau tinggali" wanita itu biacara lagi, aku tidak bisa melihat wajah nya, aku masih kesakitan di lantai ruangan itu

"Alice, kau terlalu keras pada nya" kali ini suara lelaki yang membawa ku kesini yang ku dengan

"Ku harap dengan itu ia bisa mengingat sesuatu, bagaimana pun dia adalah Gilbert O'Dyan, masa depan Alter world" balas wanita bernama Alice itu "sebaik nya aku mengurus luka mu Safiore" sambung nya

"Ya seperti nya aku butuh bantuan mu Alice sang penyembuh" jawab lelaki yang kini ku tau bernama Safiore itu

"Tunggu, Alter world kata mu?" Aku menahan sakit di perut ku dan berusaha untuk berdiri dan melihat wanita itu "Astaga wajah itu, kau yang datang ke rumah ku tadi pagi kan? kenapa kau?" tanya ku setengah terkejut

"Haha iya benar, nama ku adalah Alice dan itu adalah bayangan ku, bagaimana? cukup menakutkan bukan? hahaha" jawab nya

"Bukan itu yang harus kau jawab, harus nya kau ini sudah mati. dengan keadaan seperti itu mana mungkin kau masih hidup, dan Alter world apa ini berbeda dengan dunia ku? dimana ini sebenar nya" aku bertanya dan bertanya

"Tenang, aku akan menjelaskan nya, jelas sekali kau tidak mengingat apa pun dari dunia ini, karna Alter Gil sudah lama tewas"

"Alter gi..." ucapan ku terpotong, gadis itu tidak membiarkan ku untuk menyela

"Dunia ini adalah dunia yang sama dengan dunia mu, namun anggap saja semua disini sangatlah terbaik dengan dunia yang kau tinggali.. dan kenapa kau sekarang ada di sini? kami para manusia Alter sedang dalam masalah seseorang telah menciptakan sebuah senjata kiamat yang dapat menghancurkan dunia ini, dan jika dunia ini hancur maka hal yang sama akan terjadi pada dunia mu.. Alter Gil mencoba menhentikan upaya orang jahat itu namun ia tewas dengan hanya sedikit merusak mesin itu, kemudian sebelum ia lenyap ia hendak memberikan kekuatan nya pada salah satu dari kami, namun seuatu yang aneh tejadi kekuatan itu menolak dan pergi keluar batas dunia alter dan dunia nyata, dan akhir nya aku menemukan mu dengan membawa kekuatan yang tersisa dari Alter Gil.. dengan kata lain kau adalah Gil dan Alter Gil.. kami disini sangat membutuhkan kekutan mu untuk menyelamat kan kedua dunia" Wanita itu bicara dengan sangat panjang, aku tidak terlalu mengerti tapi jelas baik dunia ku maupun dunia nya dalam bahaya dan meraka meyakini aku sebegai penyelamat

"Tapi apa yang dapat ku lakukan" tanya ku yang kemudian Safiore menepuk pundak ku, luka nya sudah benar benar sembuh dan membuat ku kaget

"Ikuti kekutan mu Gil, kau akan menemukan cara nya" ujar nya

aku sangat merasa bingung, beberapa menit lalu aku sedang menikmati malam ku sebelum tidur dan kini aku terdampar di tempat yang dikatakan membutuhkan bantuan ku, apa yang terjadi pada ku?

-To be continue
Minggu, 06 Mei 2012
Posted by Anonim

Alter World : Peperangan di Dunia Terbalik (Part 1)

Aku terbangun pagi itu, mata ku berputar putar membaca sekitar aku belum sepenuh nya yakin bahwa aku telah terbangun dari mimpi itu, mimpi yang cukup aneh, aku berada di suatu tempat yang sama dengan kota dimana aku tinggal, di kota Archibal..

Mimpi itu terlihat sangat nyata, aku berada di tengah kota yang terlihat sama namun tempat itu adalah sebuah medan perang, orang orang yang ku kenal seperti teman teman sekelas ku semua nya saling berusaha membunuh bahkan memngejar ku dengan wajah yang penuh keinginan membunuh.

"Gil apa kau sudah bangun? cepat turun kau bisa terlambat untuk sekolah nanti" Suara ibu ku membuat keringat ku seperti berhenti

"Iya bu aku akan segera kesana" Aku menjawab dengan sebuah teriakan. oh perkenalkan nama ku adalah Gilbert O'Dyan seorang pelajar SMA yang tidak terlalu menonjol, semua yang menganggapku hebat adalah orang orang yang membaca tulisan tulisan ku di BLOG ku, aku tidak pintar dalam matematika maupun olah raga, yang kubisa hanya segala yang berhubungan dengan seni, aku dapat memainkan berbagai alat musik dengan baik, aku ahli dalam melukis, dan aku adalah seorang penulis yang lumayan, buku buku ku sudah banyak yang di sukai para pembaca blog ku namun aku sama sekali tidak berniat menjual buku buku itu, aku tidak terlalu baik dalam bersosialisasi secara langsung dengan orang lain

Aku sudah selesai dengan pakaian dan persiaapan sekolah ku, sekarang aku harus turun ke ruangan bawah untuk menuruti permintaan ibu ku untuk sarapan bersama nya. sungguh rutinitas yang selalu terjadi di setiap pagi ku

"Pagi ini ibu memasak daging humberger goreng kesukaan mu, makan lah yang lahap" Deminikian yang ibu katakan pada ku

"Wah terimakasih bu" Aku pun menggabil tempat duduk di meja makan dan juga ibu ku. Ya aku hanya tinggaal bersama ibu ku yang seorang Animator di suatu stasiun TV terkenal di kota ku, kesibukan nya membuat nya hanya di rumah beberapa hari dalam satu bulan dengan kata lain aku seperti tinggal sendiri di rumah ini

Sarapan ku dengan nya selesai, aku hendak pergi kesekolah dan ibu ku pun seperti nya akan pergi lagi

"Ibu akan berangkat pagi ini?" Tanya ku pada ibu

"Ya, mungkin akan kembali dalam beberapa minggu" Jawab nya "Baiklah apa kau sudah siap Gil? biar ibu mengantarmu kesekolah hari ini" sambung nya

"Baiklah, tunggu sebentar bu, aku akan mengambil tas ku di meja makan" Jawab ku sebari berjalan mengambil tas ku yang tadi ku taruh di ruang makan, perjalan ku ke ruang makan tidak ada yang aneh namun setibanya aku di ruang makan aku melihat seorang wanita terkapar dengan luka di sekujur tubuh nya, aku sangat terkejut namun teriakan ku tertahan, aku hanya terjengkeng jatuh kebelakang menyentuh tembok ruang makan rumah ku tanpa dapat berteriak, aku ketakuatan dan ini pertamakali imajinasi ku teruji di dunia nyata"Kau? kau siapa? ada apa dengan mu? dan bagaimana kau bisa masuk?" pertanyaan ku keluar satu demi satu dari mulut ku.

Wanita itu manatap ku dengan wajah yang sangat mengenaskan, wanita itu tidak gadis itu terlihat sangat kesakitan ia berkata "Gil... kau kah itu? Gilbert O'Dyan"

"Astaga dia menyebut nama ku, bagaimana kau tau nama ku?"

"Kau adalah Gilbert kan? Sang pembawa cahaya" Gadis itu bicara lagi, ia mencoba berdiri namun gagal, seperti nya pergelangan kaki nya patah, tidak itu terlihat remuk, ia merangkak mendekati ku, merambat di tubuh ku, ia menarik wajah ku dan berkata "Akhir nya aku menemukan mu Gil, tolong selamatkan dunia Alter sekali lagi" ia mencium ku, aku merasakan darah mengalir dari mulut nya rasa nya sangat amis kemudian gadis itu kemudian termaterialisasi menjadi cahaya cahaya kecil kemudian menghilang

Aku terdiam dan tertegun dalam dalam, menyadari apa yang terjadi di hadapan ku beberapa detik lalu, kemudian aku segera menghampiri tas ku untuk mengambil nya dan pergi bersama ibu ku kesekolah

Di perjalanan  bersama nya aku menceritakan soal mimpi yang ku alami berulang ulang akhir akhir ini, ibu ku terlihat tidak terlalu menganggap itu penting dan menyuruh ku untuk menganggap nya hanya sebuah mimpi biasa

Aku tiba di sekolah "Terimakasih ibu, hati hati di perjalan ya" ucap ku sambil berjalan memasuki gerbang sekolah ku yang kemudian di sauti dengan teriakan "jangan bawa perempuan ke rumah saat ibu berkerja ya Gilbert" sontak teman teman di sekitar ku tertawa, itu membuat ku merasa malu, sangat malu, tapi tenang saja aku bukan orang yang dapat bersosialisasi, aku sekali lagi memikirkan mimpi yang ku alami dengan gadis yang tiba-tiba muncul di rumah ku, apakah itu saling berhubungan dan soal aku yang di sebut sebagai pembawa Cahaya di dunia yang bernama Alter itu, aku sama sekali tidak mengerti apa arti nya, aku terus memikirkan nya sampai sampai nya di depan ruang kelas

"Pagi Gil" Sapaan hangat selamat pagi dari seorang yang menganggap ku adalah teman nya membuat nalar jauh ku kembali, dia bernama Niera, satu satu nya perempuan yang membuat ku merasa seperti manusia nyata

"Pagi juga untuk mu Niera" Jawab ku

"Ada apa Gil? kau tidak terlihat baik pagi ini"  Tanya nya pada ku, wajah nya terlihat seperti ibu ku saat  bertanya seperti itu

"Haha tidak ada apa-apa, kau tau aku mengalami mimpi itu lagi Niera" Jawab ku sebari menarik kursi dari meja ku, aku duduk di kursi paling belakang di kelas, letak nya ada di samping jendela kelas di bagian kelas paling jauh dengan pintu, dan tempat Niera duduk adalah di depan meja ku

"Mimpi? tentang kota Archibal yang menjadi medan perang?" Tanya nya lagi, aku tak yakin jika bukan Niera ia mau mendengarkan nya termasuk pertemuan ku dengan gadis aneh tadi pagi, namun dia adalah Niera dia adalah pembaca blog ku dan dia teman ku jadi aku tidak heran saat dia berkata "Coba ceritakan pada ku!" dan tidak menyebut ku seorang pengkhayal seperti yang lain nya

Aku menceritakan kembali soal mimpi ku dimana kota Archibal kota tempat tinggal kami menjadi sebuah medan perang yang dasyat, orang orang terlihat sama kecuali mereka saling membunuh dan terus mencoba membunuh ku. lalu aku meneruskan cerita ku soal Gadis yang ku temui di rumah ku, awal nya aku sungkan menceritakan ini pada nya tapi akhir nya aku menceritakan semua nya

"Jadi gadis itu tiba-tiba muncul di rumah mu seperti itu" Tanya Niera

"Aku tidak yakin, mungkin itu hanya imajinasi ku" Aku tidak menceritakan soal ciuman gadis itu yang membuat ku merasa bahwa gadis itu adalah nyata pada Niera

"Tapi itu cukup menakutkan" balas Niera "Bagaimana mungkin gadis yang bertubuh hancur begitu bisa masuk kerumah mu dan kau tidak mengetahui nya" sambung nya

"Maka nya aku yakin dia hanya sebuah imajinasi ku.. Tapi tunggu ASTAGA wajah nya mirip dengan mu " aku sedikit tertegun dan wajah Niera terlihat seperti kebingungan

"Aku tidak mengerti tapi kau tau? ceritakan lagi pada ku kalau kau bertemu dengan nya lagi"

Lalu bel tanda pelajaran di mulai pun berdenting, anak-anak kelas ku semua nya mendadak tenang dan saat belajar pun di mulai. tidak ada yang aneh dan tidak ada yang berbeda semua nya belajar seperti biasa begitu pula dengan ku, lalu jam demi jam pelajaran terlewati dengan cepat sampai bel pulang berdentang

Aku dan Niera seperti biasa berjalan kaki bersama menuju rumah, rumah  kami tidak berada di blog yang sama tapi arah yang kami tuju adalah sama. di perjalanan aku menceritakan pada nya soal cerita yang sedang aku buat, seperti biasa nya dia terlihat sangat antusias kemudian waktu terasa sangat cepat kami tiba di sebuah persimpangan yang mengisaratkan kami untuk mengambil jalan terpisah aku pun mengucapkan salam pada nya dan mengambil jalan menuju rumah ku

Aku berjalan menyusuru gang gang di blok tempat ku tinggal, sampai aku tiba di pekarangan rumah ku, aku hendak membuka pintu rumah ku dengan kunci yang ada di kantung ku namun aku merasakan ada yang aneh di kantung celana ku, aku mengambil nya dan yang kutemukan adalah sebuah Medalion

"Medalion? apa ini? kenapa ini bisa ada di dalam celana ku?" Aku benar benar kebingungan, sekali aku berfiikir tentang gadis yang pagi tadi muncul di rumah ku, setelah mengingat itu aku segera membuka pintu rumah ku dan berlari menuju ruang tengah dan "ASTAGA ternyata ini bukan mimpi atau ilusi ini nyata!" di rungan itu masih tercecer dari gadis itu

"Ada ini sebenar nya tuhan?"

-To be continue
Sabtu, 05 Mei 2012
Posted by Anonim

Seraphine : Tanah Para Pemusik (Part 5 Final)

Pesta malam itu sangat meriah di desa para Melophine, kini bulan telah bergulir di gantikan matahari pagi, Liearra, Nina, Noa dan Nigtro adalah orang-orang yang tidak menyempatkan diri nya untuk tidur, saat saat seperti ini lah yang mereka tunggu, saat untuk mengembalikan tanah air mereka Seraphine.


Tanpa berfikir lagi Lieazard memimpin para Melophine dengan segala senjata yang dapat mereka buat serta para Serarin dengan Holocaust melody nya, di setiap mata mata mereka tersirat sebuah cahaya yang luar biasa, baik Serarin maupun Melophine, bagi para Melophine ini adalah jalan untuk kembali menjadi sekutu Serarin setelah beberpa ratus tahun lalu saat Seraphine berperang dengan bangsa RuszDrazo, peperangan yang membuat mereka harus memisahka diri demi menjaga harta berharga Seraphine yang mengalir di dalam darah Adik dari Nigtro, Zira dia adalah seorang darah Sera murni yang terlahir dari pernikahan Ayah nya yang seorang dari Serarin dan seorang manusia

"Tidak usah kau risaukan Nigtro, kita semua akan merebut kembali Zira adik mu, bagaimana pun dia adalah pemilik darah Sera, darah murni Sera" Bujuk Lieazard, ia dapat melihat kerisauan pada hati Nigtro, ia dapat membaca segala macam kekhawatiran, ketakuan, kesakitan dan segala yang mengenai perasaan karna itulah kemapuan dari Melophine

"Tidak ada yang ku khawatirkan Tuan, hanya darah ku saat ini terasa sangat panas, jika mereka mengatahui sesuatu tentang Zira maka habis lah kita" Jawab Nigtro

"Jangan menipu ku, kau tau aku dapat membaca perasaan" Balas Lieazard

"Berhentilah mengintip yang itu orang tua" Wajah Nigtro sontak berubah kesal, dia bukan orang yang suka memamerkan perasaan nya dan dia akan lebih kesal jika perasaan yang ia sembunyikan di ketahui orang lain

"haha lupakan itu... AYO SEMUA NYA KITA REBUT KEMBALI ZIRA DAN SERAPHINE" Teriak Liezard kepada semua yang ada di belakang nya, yang kemudian di sauti dengan penuh perasaaan membara

Perjalanan mereka di mulai, saat ini mereka memulai dengan menembus hutan kunang kunang, jarak desa Melophine dan Tanah Seraphine tidak begitu dekat dan mudah di capai, bisa di ingat saat Nigtro dan para Serarin berjalan menembus hutan mereka membutuhkan waktu berhari hari, tapi itu tidak akan terjadi kali ini, Jika Serarin adalah pemusik yang menjaga hutan kunang kunang maka Melophine adalah para penyihir hutan, oleh karna nya mereka dapat menciptakan apapun dengan kayu tanpa harus membunuh pepohonan.
kali ini mereka membuat sebuah jalan pintas melalui pepohonan yang ajaib menjadi sebuah lorong lurus dengan cahaya kehijau an

"Bagaimana mungkin bangsa sekuat Melophine tidak berdaya jika tanpa Serarin" Ujar Nina pada Noa

"Aku berfikir hal yang sama, lihat yang mereka lakukan dengan pohon pohon itu"  Balas Noa

"Jangan ada keraguan dari hati kalian" Suara Nigtro tiba tiba mengejutkan obrolan mereka "Mereka bisa saja menhancurkan para manusia yang menipu ku sekarang juga, namun sihir mereka memiliki harga yang mahal" Jelas Nigtro

"Harga?" Noa Menyela

"Ya, mereka akan mengorbankan setiap bagian dari roh mereka setiap kali menggunakan Sihir, tidak akan ada arti nya kemenangan jika kau sendiri musnah.. bukan begitu Liearra" balas Nigtro

"Benar, aku pernah mendengar tentang Melophine dari Tuan Loa sebelum nya, mereka sangat menderita bahkan mereka tidak akan pernah mati jika roh mereka belum habis oleh sihir nya.. itu bukan sebuah perkara yang sepele, setiap bagian roh yang tercabik akan menghancurkan diri mereka sendiri" Liearra mejelaskan

"jadi itulah kenapa mereka menjadi kan Senjata yang luar biasa untuk para Serarin? karna mereka tidak bisa melakukan nya sendiri?" Wajah Nina berubah dengan penuh tanda tanya

"Terlebih sihir mereka hanya berpengaruh pada tanaman, tidak dapat digunakan untuk membunuh"

"Tunggu, apa Serarin juga dapat melakukan nya? bukan kan setiap kami bermain musik hutan kunang kunang berubah?" Noa kembali menyela

"Tidak, Serarin hanya memaikan musik mereka, yang mengendalikan hutan adalah Melophine, anggap saja yang kalian lakukan adalah memohon bantuan dari jarak jauh pada Melophine" Balas Nigtro

"Aku mengerti sekarang kenapa saat itu hutan kunang kunang seperti tidak mendengar suara musik kami" Nina memnyambungkan

"Maaf, andaikan aku tidak tertipu oleh mahluk mahluk bejat itu" Nigtro memelas, wajah nya sangat penuh dengan kekesalan dan penyesalan

"Tidak apa apa, bukan kah ini akan segera berakhir?" Hibur Liearra

"Semoga saja itu terjadi" Balas Nigtro, namun kali ini dengan wajah yang lebih baik "Bagaimana pun aku harus menjemput kembali Zira ke tangan ku" sambung nya yakin

Perjalanan mereka sudah mendekati tujuan, sebuah cahaya yang bukan kehijauan mulai muncul dari kejauhan, melihat itu semua anggota rombongan sempat berhenti sejenak untuk menarik sebuah nafas panjang. adalah keyakinan juang mereka yang membuat mereka merasa perlu berlari menuju cahaya putih itu

"Ku harap kalian bersiap, Seraphine akan ada di depan sana, ini saat nya untuk kita mengembalikan harga diri kita sebagai pelindung Seraphine! SEMUA NYA IKUTI AKU DAN MATILAH UNTUK SERAPHINE" Teriakan Lieazard membara kan semua rombongan tarmasuk para Serarin yang ada di antara mereka

"KAMI TIDAK BERENCANA MATI PA TUA!!" Noa berteriak

"Kami.. tidak.. KITA SEMUA AKAN HIDUP DAN KEMBALI MENJAGA SERAPHINE DENGAN MUSIK" sambung Liearra

"Kau dengan itu Tuan Lieazard, ayo kita maju dan menang" ujar Nigtro yakin

"Haha kalian, baiklah.. SEMUA NYA SIAPKAN MUSIK DAN SIHIR KALIAN!! KITA AKAN MENANG" Lieazard kembali berteriak

"YAAAAAAAA" Sontak dengan segala semangat semua orang menjawab


Mereka berlari dengan bara juang di setiap mata mereka, mengejar cahaya terang yang semakin dekat dengan mereka, semakin terang dan jelas, namun sebuah kejutan di depan

"APA YANG TERJADI DISINI?" Liearra menjerit, dia adalah yang pertama mancapai cahaya itu

"Ada apa Liearra" tanya Noa yang masih terengah-engah

"Kau akan tau sendiri liat lah" Liearra menunjuk ke arah tempat yang sebelum nya bernama Seraphine itu.
"A...Ada apa ini?" Noa terkejut 

Beberapa detik kemudian semua rombongan sudah keluar dari terowongan kayu yang di buat oleh Melophine dan pemandangan yang mereka lihat telah mengisaratkan pada mereka bahwa rencana mereka sudah terlambat dan sia sia. Seraphine sudah tidak akan bisa di sebut tanah suci, tampat itu sangat kacau dan kotor banyak mayat Serarin dan Manusia yang tergeletak dan membusuk disana

Lieazard yang tiba dan melihat itu sangat sedih dan menyesal karna ia befikir ini akan mudah "Zira" hanya nama itu yang ia ucapkan

"Lieazard.. Tuan Lieazard tolong jelaskan apa arti nya ini? kenapa kau sebut nama adik ku" Nigtro geram dan kesal, namun rasa sesal nya adalah yang terbesar di dekatnya Nina dan Liearra sedang menangis dan Noa jelas sangat terpukul

"Zira telah bangkit, Holocaust adalah musik untuk mengontrol amukan si pemilik darah Murni dan membuat nya menjadi senjata bantuan untuk kita, darah Sera yang dimiliki Zira adalah darah dewa, namun Holocaust sudah terlalu terlambat" Wajah Lieazard terlihat sangat menyesal, hati nya kembali membeku karna sebuah langkah yang harus nya tidak terulang lagi

Semua sudah terlambat,Seraphine sudah hancur, semua semanngat Melophine dan Serarin sudah terkobar sia sia. mereka yang kuat mencoba membersihkan tanah suci Seraphine dan mengurus semua mayat disitu, mayat manusia di bakar dan mayat Serarin di kuburkan

Apa yang sudah di perbuat manusia pada Seraphine sangat tidak daapat di toleran, tempat itu sudah seperti kota gagal, tidak adalagi yang tersisa dari Seraphine

Setelah semua nya terurus dengan sangat berat mereka harus kembali ke desa Melophine, tidak adalagi Seraphine atau Serarin, sekarang hanya ada Melophine yang akan mejaga Hutan kunang kunang

Sampai terakhir kali pun tidak ada dari mereka yang melihat dimana Zira, kemudian dengan sisa batas kekuatan mereka para Melophine menumbuhkan hutan di tanah gugur itu.

-End
Selasa, 01 Mei 2012
Posted by Anonim

Rodeon-File Translator

Popular Post

Labels

Followers

Blog Archive

- Copyright © 2013 Rodeon's-Files -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -