Posted by : Anonim Sabtu, 05 Mei 2012

Aku terbangun pagi itu, mata ku berputar putar membaca sekitar aku belum sepenuh nya yakin bahwa aku telah terbangun dari mimpi itu, mimpi yang cukup aneh, aku berada di suatu tempat yang sama dengan kota dimana aku tinggal, di kota Archibal..

Mimpi itu terlihat sangat nyata, aku berada di tengah kota yang terlihat sama namun tempat itu adalah sebuah medan perang, orang orang yang ku kenal seperti teman teman sekelas ku semua nya saling berusaha membunuh bahkan memngejar ku dengan wajah yang penuh keinginan membunuh.

"Gil apa kau sudah bangun? cepat turun kau bisa terlambat untuk sekolah nanti" Suara ibu ku membuat keringat ku seperti berhenti

"Iya bu aku akan segera kesana" Aku menjawab dengan sebuah teriakan. oh perkenalkan nama ku adalah Gilbert O'Dyan seorang pelajar SMA yang tidak terlalu menonjol, semua yang menganggapku hebat adalah orang orang yang membaca tulisan tulisan ku di BLOG ku, aku tidak pintar dalam matematika maupun olah raga, yang kubisa hanya segala yang berhubungan dengan seni, aku dapat memainkan berbagai alat musik dengan baik, aku ahli dalam melukis, dan aku adalah seorang penulis yang lumayan, buku buku ku sudah banyak yang di sukai para pembaca blog ku namun aku sama sekali tidak berniat menjual buku buku itu, aku tidak terlalu baik dalam bersosialisasi secara langsung dengan orang lain

Aku sudah selesai dengan pakaian dan persiaapan sekolah ku, sekarang aku harus turun ke ruangan bawah untuk menuruti permintaan ibu ku untuk sarapan bersama nya. sungguh rutinitas yang selalu terjadi di setiap pagi ku

"Pagi ini ibu memasak daging humberger goreng kesukaan mu, makan lah yang lahap" Deminikian yang ibu katakan pada ku

"Wah terimakasih bu" Aku pun menggabil tempat duduk di meja makan dan juga ibu ku. Ya aku hanya tinggaal bersama ibu ku yang seorang Animator di suatu stasiun TV terkenal di kota ku, kesibukan nya membuat nya hanya di rumah beberapa hari dalam satu bulan dengan kata lain aku seperti tinggal sendiri di rumah ini

Sarapan ku dengan nya selesai, aku hendak pergi kesekolah dan ibu ku pun seperti nya akan pergi lagi

"Ibu akan berangkat pagi ini?" Tanya ku pada ibu

"Ya, mungkin akan kembali dalam beberapa minggu" Jawab nya "Baiklah apa kau sudah siap Gil? biar ibu mengantarmu kesekolah hari ini" sambung nya

"Baiklah, tunggu sebentar bu, aku akan mengambil tas ku di meja makan" Jawab ku sebari berjalan mengambil tas ku yang tadi ku taruh di ruang makan, perjalan ku ke ruang makan tidak ada yang aneh namun setibanya aku di ruang makan aku melihat seorang wanita terkapar dengan luka di sekujur tubuh nya, aku sangat terkejut namun teriakan ku tertahan, aku hanya terjengkeng jatuh kebelakang menyentuh tembok ruang makan rumah ku tanpa dapat berteriak, aku ketakuatan dan ini pertamakali imajinasi ku teruji di dunia nyata"Kau? kau siapa? ada apa dengan mu? dan bagaimana kau bisa masuk?" pertanyaan ku keluar satu demi satu dari mulut ku.

Wanita itu manatap ku dengan wajah yang sangat mengenaskan, wanita itu tidak gadis itu terlihat sangat kesakitan ia berkata "Gil... kau kah itu? Gilbert O'Dyan"

"Astaga dia menyebut nama ku, bagaimana kau tau nama ku?"

"Kau adalah Gilbert kan? Sang pembawa cahaya" Gadis itu bicara lagi, ia mencoba berdiri namun gagal, seperti nya pergelangan kaki nya patah, tidak itu terlihat remuk, ia merangkak mendekati ku, merambat di tubuh ku, ia menarik wajah ku dan berkata "Akhir nya aku menemukan mu Gil, tolong selamatkan dunia Alter sekali lagi" ia mencium ku, aku merasakan darah mengalir dari mulut nya rasa nya sangat amis kemudian gadis itu kemudian termaterialisasi menjadi cahaya cahaya kecil kemudian menghilang

Aku terdiam dan tertegun dalam dalam, menyadari apa yang terjadi di hadapan ku beberapa detik lalu, kemudian aku segera menghampiri tas ku untuk mengambil nya dan pergi bersama ibu ku kesekolah

Di perjalanan  bersama nya aku menceritakan soal mimpi yang ku alami berulang ulang akhir akhir ini, ibu ku terlihat tidak terlalu menganggap itu penting dan menyuruh ku untuk menganggap nya hanya sebuah mimpi biasa

Aku tiba di sekolah "Terimakasih ibu, hati hati di perjalan ya" ucap ku sambil berjalan memasuki gerbang sekolah ku yang kemudian di sauti dengan teriakan "jangan bawa perempuan ke rumah saat ibu berkerja ya Gilbert" sontak teman teman di sekitar ku tertawa, itu membuat ku merasa malu, sangat malu, tapi tenang saja aku bukan orang yang dapat bersosialisasi, aku sekali lagi memikirkan mimpi yang ku alami dengan gadis yang tiba-tiba muncul di rumah ku, apakah itu saling berhubungan dan soal aku yang di sebut sebagai pembawa Cahaya di dunia yang bernama Alter itu, aku sama sekali tidak mengerti apa arti nya, aku terus memikirkan nya sampai sampai nya di depan ruang kelas

"Pagi Gil" Sapaan hangat selamat pagi dari seorang yang menganggap ku adalah teman nya membuat nalar jauh ku kembali, dia bernama Niera, satu satu nya perempuan yang membuat ku merasa seperti manusia nyata

"Pagi juga untuk mu Niera" Jawab ku

"Ada apa Gil? kau tidak terlihat baik pagi ini"  Tanya nya pada ku, wajah nya terlihat seperti ibu ku saat  bertanya seperti itu

"Haha tidak ada apa-apa, kau tau aku mengalami mimpi itu lagi Niera" Jawab ku sebari menarik kursi dari meja ku, aku duduk di kursi paling belakang di kelas, letak nya ada di samping jendela kelas di bagian kelas paling jauh dengan pintu, dan tempat Niera duduk adalah di depan meja ku

"Mimpi? tentang kota Archibal yang menjadi medan perang?" Tanya nya lagi, aku tak yakin jika bukan Niera ia mau mendengarkan nya termasuk pertemuan ku dengan gadis aneh tadi pagi, namun dia adalah Niera dia adalah pembaca blog ku dan dia teman ku jadi aku tidak heran saat dia berkata "Coba ceritakan pada ku!" dan tidak menyebut ku seorang pengkhayal seperti yang lain nya

Aku menceritakan kembali soal mimpi ku dimana kota Archibal kota tempat tinggal kami menjadi sebuah medan perang yang dasyat, orang orang terlihat sama kecuali mereka saling membunuh dan terus mencoba membunuh ku. lalu aku meneruskan cerita ku soal Gadis yang ku temui di rumah ku, awal nya aku sungkan menceritakan ini pada nya tapi akhir nya aku menceritakan semua nya

"Jadi gadis itu tiba-tiba muncul di rumah mu seperti itu" Tanya Niera

"Aku tidak yakin, mungkin itu hanya imajinasi ku" Aku tidak menceritakan soal ciuman gadis itu yang membuat ku merasa bahwa gadis itu adalah nyata pada Niera

"Tapi itu cukup menakutkan" balas Niera "Bagaimana mungkin gadis yang bertubuh hancur begitu bisa masuk kerumah mu dan kau tidak mengetahui nya" sambung nya

"Maka nya aku yakin dia hanya sebuah imajinasi ku.. Tapi tunggu ASTAGA wajah nya mirip dengan mu " aku sedikit tertegun dan wajah Niera terlihat seperti kebingungan

"Aku tidak mengerti tapi kau tau? ceritakan lagi pada ku kalau kau bertemu dengan nya lagi"

Lalu bel tanda pelajaran di mulai pun berdenting, anak-anak kelas ku semua nya mendadak tenang dan saat belajar pun di mulai. tidak ada yang aneh dan tidak ada yang berbeda semua nya belajar seperti biasa begitu pula dengan ku, lalu jam demi jam pelajaran terlewati dengan cepat sampai bel pulang berdentang

Aku dan Niera seperti biasa berjalan kaki bersama menuju rumah, rumah  kami tidak berada di blog yang sama tapi arah yang kami tuju adalah sama. di perjalanan aku menceritakan pada nya soal cerita yang sedang aku buat, seperti biasa nya dia terlihat sangat antusias kemudian waktu terasa sangat cepat kami tiba di sebuah persimpangan yang mengisaratkan kami untuk mengambil jalan terpisah aku pun mengucapkan salam pada nya dan mengambil jalan menuju rumah ku

Aku berjalan menyusuru gang gang di blok tempat ku tinggal, sampai aku tiba di pekarangan rumah ku, aku hendak membuka pintu rumah ku dengan kunci yang ada di kantung ku namun aku merasakan ada yang aneh di kantung celana ku, aku mengambil nya dan yang kutemukan adalah sebuah Medalion

"Medalion? apa ini? kenapa ini bisa ada di dalam celana ku?" Aku benar benar kebingungan, sekali aku berfiikir tentang gadis yang pagi tadi muncul di rumah ku, setelah mengingat itu aku segera membuka pintu rumah ku dan berlari menuju ruang tengah dan "ASTAGA ternyata ini bukan mimpi atau ilusi ini nyata!" di rungan itu masih tercecer dari gadis itu

"Ada ini sebenar nya tuhan?"

-To be continue

{ 1 comments... read them below or add one }

Rodeon-File Translator

Popular Post

Labels

Followers

Blog Archive

- Copyright © 2013 Rodeon's-Files -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -